Akhirnya, Hatiku Berlabuh di “Telekomunikasi”

Akhirnya, Hatiku Berlabuh di “Telekomunikasi”

Bismillah

2 hari yang lalu hati ini sempat “andilau”sahabat, heee. Itu lho, perasaan antara dilema dan galau. Hal ini terjadi karena saya harus memilih konsentrasi keahlian pada jurusan program studi yang sedang saya tempuh. Sahabat, saya sendiri Alhamdulillah sedang melaksanakan perintah Allah Subhana Wataala untuk mencari ilmu. Adalah tempat yang Allah Azawajala memberikan kesempatan untuk belajar di  perguruan tinggi negeri terkemuka Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tepatnya saya sedang mengenyam pendidikan di Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK) Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (JPTE) angkatan 2012. Kembali kepembahasan “andilau” tadi, di semester ke 4 ini saya dan kawan-kawan dari JPTE pada umumnya harus memilih konsentrasi  keahlian untuk lebih mengkhususkan  pembelajaran kedepannya. Pada semester-semester sebelumnya saya telah belajar aneka matakuliah yang menjadi dasar untuk ilmu Keelektroan. Menurut yang saya pahami, konsentrasi keahlian ini salah satu fungsinya adalah untuk menfokuskan keahlian yang ada di JPTE. Karena sifat keilmuan Elektro sendiri banyak sekali penerapannya dijaman sekarang. Sehingga perlu sebuah fokus tersendiri pada keilmuan yang dapat dikuasai sehingga dapat menjadi kebermanfaatan kedepannya bagi khalayak orang banyak -sok bijak heee-.

Maaf ya tulisannya muter-muter, jadi malah melebar kepembahasan yang lain dari aslanya mau curhat kegalauan hati, heee. Kenapa saya menjadi galau? ada beberapa alasan sahabat yang menjadi faktor penyebabnya. Singkat cerita seperti berikut, cekidot…

Pada awalnya ketika saya masuk perkuliahan, saya sudah mengenal akan ada konsentrasi keahlian di semester kedepannya. Saya sendiri tahu dari kegiatan masa orientasi dan kaka senior. Setelah saya mengetahui akan hal tersenut, waktu itu hati saya sudah mantep untuk memilih konsentrasi Elektronika Telekomunikasi (ELKOM). Oh ia lupa, di JPTE ada 3 konsentrasi yang dapat dipilih oleh mahasiswanya. Yaitu ada Elektronika Telekomunikasi (ELKOM), Elektronika Industri (ELING) dan Elektronika Listrik Tenaga (ELTE). Untuk pembahasannya mungkin dilain waktu, Insayaallah. Lanjut cerita, saya merasa memiliki alasan yang kuat namun “menggelitik”pada waktu itu kenapa berniat memilih konsentrasi tersebut. Alasannya sederhana sobat, ya karena saya menyukai HP (Handphone) yang canggih-canggih, heee. Sehingga saya berfikir untuk mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi -keren kan sobat-. Seiring waktu berjalan, telah saya tuntaskan waktu kuliah 3 semester yang penuh rintangan dan membuat adrenalin “terenyah-enyah”. Akhirnya saya tiba diwaktu pemilihan konsebtrasi keahlian yang telah saya dambakan sebelumnya. Tapi ada yang ganjal sobat, hati saya menjadi goyah dan galau ketika dihadapkan pada situasi ini. Wow, kok jadi tegang begini ya, hmmm. Lanjut!

Ada beberapa faktor yang menyebabkannya sobat. Salah satunya yaitu lontaran-lontaran pembicaraan teman-teman yang berkata bahwa pada konsentrasi ELKOM lebih banyak mata kuliah yang bersifat itung-itungan rumus. Nah dari hal itu saya jadi merasa berat. Karena saya sendiri dapat dikatakan lemah pada pembelajaran hitung-hitungan. Setelah saya mendengar pernyataan tersebut tanpa Tabayun terlebih dahlu langsung terlintas untuk “banting stir” ke konsentrasi yang lain yaitu ELIND. Saya menganggap bahwa konsentrasi tersebut tidak terlalu banyak itung-itungannya dibandingkan konsentrasi ELKOM. Pernyataan ini saya saya ambil karena saya sendiri adalah “jebolan” jurusan ELIND ketika Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ya, sahabat sendiri mungkin akan berfikir kurang bijak jika saya memutuskan untuk beralih tujuan konsentrasi jika alasannya hanya berdasar pada pernyataan diatas.

Allah Subhana Wata’ala Meneguhkan hati Saya

Terlepas dari faktor yang membuat galau hati saya, Alhamdulillah sebelum beberapa jam penentuan konsentrasi keahlian, hati saya diberikan keteguhan untuk memilih konsentrasi ELKOM. Pada saat itu terbayang akan cita-cita dan tekad diri ini untuk ikut andil dalam mengembangkan dunia Telekomunikasi untuk kebermanfaatan masyarakat yang memang sudah menjadi celotehan waktu masih SMK. Hal itu saya yakin dan berharap kepada Allah Subhana Wata’ala untuk memberikan yang terbaik kepada saya. Semoga saya Istiqomah dalam menjalani kehidupan ini dijalan yang lurus.

Nah, sahabatku. Itu seklumit “curcol” terbaru dari temanmu ini. Terimakasih yang sudah menyempatkan untuk membaca blog ini. Saya tunggu curcol teman juga dikolom komentar.


Leave a Reply