Author Archives: suhendar

Resmue: Evaluasi program Bimbingan dan Konseling

Evaluasi program Bimbingan dan Konseling

 

  1. Maksud dan Tujuan

Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala, upaya tindakan atau proses untuk menetukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. .Kriteria yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah mengacu pada ketercapaian kompetensi, keterpenuhan kebutuhan-kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu peserta didik memperoleh perilaku dan pribadi kea rah yang lebih baik.

  1. Fungsi Evaluasi
  2. Memberikan umpan balik kepada guru pembimbing untuk memperbaiki atau mengembangkan program Bimbingan dan Konseling
  3. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah, guru mata pelajaran, dan orang tua peserta didik tentang perkembangan sikap dan perilaku, atau tingkat ketercapaian tugas-tugas pngembangan peserta didik, agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program Bimbingan dan Konseling di sekolah.

 

  1. Aspek-aspek yang dievaluasi

Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan, yaitu penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keektifan pelayanan bimbingan dilihat dari prosesnya, sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektifan pelayanan bimbingan dilihat dari hasilnya.

  1. Langkah –Langkah Evaluasi

Pelaksanaan Evaluasi Program ditempuh melalui langkah langkah berikut :

  1. Merumuskan masalah atau instrumentasi.
  2. Mengembangkan atau menyusun instrument pengumpul data.
  3. Mengumpulkan dan menganilisis data.
  4. Melakukan tindak lanjut.
  5. Akuntabilitas

Akuntabilitas pelayanan terwujud dalam kejelasan program, proses implementasi, dan haasil-hasil yang dicapai serta informasi yang dapat menjelaskan apa dan mengapa sesuatu proses dan hasil terjadi atau tidak terjadi.

 

  1. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut

            Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan, kebutuhan peserta didik yang belum terlayani, kemampuan personil dalam melaksanakan program, serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik, peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan.

  1. Personel Bimbingan dan Konseling

            Personil utama pelaksana pelayanan Bimbingan dan Konseling adalah konselir dan staf administrasi bimbingan dan konselin. Sementara personil pendukung pelaksanaan pelayanan Bimbingan dan Konseling adalah segenap unsur yang terkait alam pendidikan (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas, staf administrasi) didalam organigram pelayanan Bimbingan dan Konseling, dengan coordinator dan guru pembimbing/konselor serta staf administrasi Bimbingan dan Konseling sebagai pelaksanaan utamanya. Uraian tugas masing-masing personil tersebut, khusus dalam kaitannya dengan pelayanan Bimbingan dan Konseling, adalah sebagai berikut :

  1. Kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/madrasah
  2. Koordinator Bimbingan dan Konseling
  3. Konselor

Konselor adalah tenaga pendidik yang berkualifikasi strata satu (S-1) program studi Bimbingan dan Konseling dan menyelesaikan pendidikan profesi konselor (PPK). Sedangkan penerima/penggunanprofesi Bimbingan dan Konseling dinamakan konseli.

  1. Guru Mata Pelajaran/Praktik
  2. Wali Kelas
  3. Staf Administrasi

Staf administrasi memiliki peranan yang penting dalam meperlancar pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling. Mereka diharapkan menbantu menyediakan format-format yang diperlukan dan menbantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas Bimbingan dan Konseling yang ada.

REFERENSI

 

Depdiknas. 2008. Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional 2007.


Evaluasi program Bimbingan dan Konseling

KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillahirobbilalamin atas rahmat Allah Azzawajalla penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah dari mata kuliah Bimbingan dan Konseling ini. Shalawat serta salam tidak lupa mari kita curahkan kepada Nabi Muhammad Shalallahualaihiwasallam, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada para umatnya yang mengikuti hingga akhir zaman

Dalam pembuatan makalah ini penulis mendapatkan banyak sekali manfaat yang membuat bersyukur atasnya. Diantaranya adalah pengetahuan tentang bimbingan konseling itu sendiri serta pembahasan yang rinci didalamnya. Selain itu penulis mendapat bimbingan dari dosen pengampu yang membimbing dalam pembuatan makalah baik dari segi penulisan, sistematika ataupun konten didalamnya. Sehingga apa yang didapatkan dari artikel ini menjadi sebuah bahan untuk penulis sendiri untuk pengembangannya ataupun aplikasi ketika menjadi seorang tenaga pendidik.

Semoga apa yang disampiakan di dalam artikel ini dapat menjadi tambahan ilmu dan pengetahuan terutama bagi penulis sendiri dan umumnya bagi pembaca yang budiman. Kritik dan saran penulis harapkan dari para pembaca sekalian sehingga kedepannya dapat menjadi sebuah perbaikan bagi kita semua.

Terakhir ucapan terimakasih saya sampaikan kepada semua pihak yang terlibat baik dari anggota, Dosen Pengampu dan dari sumber-sumber yang telah dijadikan rujukan dalam artikel ini. Karena telah memberikan waktu luang, tenaga dan pikirannya untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan artikel pembahasan Evalusi Bimbingan dan Konseling.

 

 

 

                                                                                    Bandung, 10 April 2015

 

 

Penulis

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

James A.F. Stonner (dalam Atmodiwirio, 2000: 5) mendefinisikan “manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan”. Seperti juga Siagian (2001) memberikan definisi “manajemen sebagai kemampuan atau keterampilan seseorang untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain”.Dalam Ensiklopedi Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen dijelaskan bahwa manajemen adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan sumberdaya manusia, keuangan, fasilitas dan informasi guna mencapai sasaran organisasi dengan cara efisien dan efektif. Stoner (1981) mengemukakan “Management is the process of planning, organizing, leading and controlling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve state organizational goals”.

Dari beberapa definisi manajemen di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen dapat dipandang dari sudut kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai sesuatu tujuan, di samping itu manajemen dipandang dari sudut proses melakukan sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu.Dalam bidang pendidikan, manajemen pendidikan diartikan sebagai upaya seseorang untuk mengerahkan dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif, dan menerima pertanggungjawaban pribadi untuk mencapai hasil yang ditetapkan (Hastrop, 1975: 168). Seperti juga Pidarta (1988: 4) mendefinisikan manajemen pendidikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.

1

Sumberdaya dimaksud dalam definisi di atas adalah ketenangaan, dana, sarana dan prasarana, termasuk informasi. Dengan demikian maka kemampuan seorang manejer memadukan sumberdaya tersebut merupakan hal yang sangat penting. Dalam definisi ini tentu saja meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian sebagai fungsi-fungsi manajemen. Bagaimana sumber daya direncanakan, diorganisasikan, diarahkan dan dikendalikan dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan (Depdikbud 1992/1993: 4).

Bertitik tolak dari berbagai definisi manajemen di atas, maka dapat dirumuskan manajemen Bimbingan dan Konseling sebagai aktifitas memadukan sumberdaya-sumberdaya Bimbingan dan Konseling dalam upaya mencapai tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan bimbingan konseling pada khususnya.Bimbingan dan Konseling sebagai salah satu sub system dari ketiga sub system yang tercakup dalam proses pendidikan, memiliki berbagai sumberdaya baik berupa tenaga, ssarana dan prasarana, serta dana. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan pengelolaan terhadap sumberdaya tersebut agar tujuan Bimbingan dan Konseling di sekolah dapat tercapai secara optimal, yang selanjutnya dapat mengoptimakan pula pencapaian tujuan pendidikan.

Manajemen Bimbingan dan Konseling berarti pula melaksanakan berbagai fungsi dalam manajemen. Massie (dalam Atmodiwirio, 2000: 14 -15 ) mempergunakan tujuh fungsi manajemen sebagai berikut:

  1. Pengambilan keputusan, yakni proses tindakan secara sadar dipilih dari berbagai variabel yang ada, dimaksud untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  2. Pengorganisasian, yakni proses struktur dan alokasi pekerjaan ditentukan.
  3. Staffing, yakni proses seorang manajer memilih, melatih, mengangkat dan memberhentikan bawahannya.
  4. Planning, yakni proses manajemen mengantisipasi masa yang akan datang dan merumuskan alternatif terbaik dengan serangkaian tindakan.
  5. Kontrol, yakni proses mengukur pelaksanaan yang sedang berjalan dan merupakan petunjuk terhadap beberapa tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan.
  6. Komunikasi, yakni proses ide (gagasan) disampaikan kepada orang lain dengan maksud tercapainya hasil yang diinginkan secara efektif.
  7. Pengarahan, yakni proses pelaksanaan kerja nyata seorang bawahan dibimbing untuk mencapai tujuan umum.

Melalui manajemen yang baik terhadap pelayanan Bimbingan dan Konseling, maka diharapkan tercapai efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan kegiatan Bimbingan dan Konseling di sekolah.Dengan demikian peranan Bimbingan dan Konseling dalam mengoptimalkan pencapaian tujuan pendidikan dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

Berbagai persoalan yang ditemui dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah seperti anggapan yang keliru tentang Bimbingan dan Konseling, kurangnya motivasi siswa memanfaatkan layanan Bimbingan dan Konseling secara mandiri, dan pemberian tugas rangkap oleh pihak sekolah kepada guru pembimbing, terjadi karena tidak optimalnya manajemen terhadap pelayanan Bimbingan dan Konseling itu sendiri.

 

  1. Rumusan Masalah
  2. Apakah yang dimaksud dengan evaluasi Bimbingan dan Konseling?
  3. Apakah yang dimaksud dengan hasil analisis evaluasi Bimbingan dan Konseling?
  4. Apakah yang dimaksud dengan personel program Bimbingan dan Konseling?

 

  1. Tujuan Penulisan
  2. Mengetahui pengertian dan maksud evaluasi Bimbingan dan Konseling?
  3. Mengetahui pengertian hasil analisis evaluasi Bimbingan dan Konseling?
  4. Mengetahui pengertian personel program Bimbingan dan Konseling?

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

 

  1. Evaluasi program Bimbingan dan Konseling
  2. Maksud dan Tujuan

Penilaian kegiatan bimbingan di sekolah adalah segala, upaya tindakan atau proses untuk menetukan derajat kualitas kemajuan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program bimbingan di sekolah dengan mengacu pada kriteria tertentu sesuai dengan program bimbingan yang dilaksanakan. .Kriteria yang dipakai untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah mengacu pada ketercapaian kompetensi, keterpenuhan kebutuhan-kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung berperan membantu peserta didik memperoleh perilaku dan pribadi kea rah yang lebih baik.

Dalam keseluruhan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling, penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap kefektifan pelayanan bimbingan yang telah dilaksanakan.Dengan informasi ini dapat dapat diketahui sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan pelayanan bimbingan. Berdasarkan informasi ini dapat ditetapkan langkah-langkah tundak lanjut ubtuk memperbaiki dan mengembangkan program selanjutnya.

 

  1. Fungsi Evaluasi
  2. Memberikan umpan balik kepada guru pembimbing untuk memperbaiki atau mengembangkan program Bimbingan dan Konseling
  3. Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah, guru mata pelajaran, dan orang tua peserta didik tentang perkembangan sikap dan perilaku, atau tingkat ketercapaian tugas-tugas pngembangan peserta didik, agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program Bimbingan dan Konseling di sekolah.

 

4

Aspek-aspek yang dievaluasi

Ada dua macam aaspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan, yaitu penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keeektifan pelayanan bimbingan dilihat dari prosesnya, sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektifan pelayanan bimbingan dilihat dari hasilnya. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain :

  1. Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan;
  2. Akterlaksanaan program;
  3. Hambatan-hamatan yang dijumpai;
  4. Dampak pelayanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar;
  5. Respon peserta didik , personal sekolah,orang tua, dan masyarakat terhadap pelayanan bimbingan;
  6. Perubahankemajuan peserta didik dilihat dari pencapaian tutjuan pelayanan bimbingan, pencapaian tugas-tugas perkembangan dan hasil belajar; dan keberhasilan peserta didik setelah menamatkan sekolah baik studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat.

Apabila dilihat dari sifat evaluasi, evaluasi bimbingan dan konseling lebih bersifat “penilaian dalam proses” yang dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

  1. Mengamati parsitipasi dan aktivitas peserta didik dalam kegiatan pelayanan bimbingan
  2. Mengungkapkan pemahaman peserta didik a.tas bahan-bahan yang disajikan peserta didik atas masalah yang dialaminya.
  3. Mengungkapkan kegunaan pelayanan bagi peserta didik dan perolehan peserta didik sebagai hasil dari partisipasi dalam kegiatan pelayanan bombingan.
  4. Mengungkapkan minat peserta didik tentang perlunya pelayanan bimbingan lebih lanjut.
  5. Mengamati perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu
  6. Mengungkapkan kelancaran proses dan susasana penyelengaraan kegiatan pelayanan

Berbeda dengan hasil evaluasi penajaran yang pada umunya berbentuk angka atau skor, maka hasil evaluasi Bimbingan dan Konseling berupa deskripsi tentang aspek-aspek yang dievaluasi. Deskripsi tersebut mencerminkan sejauh mana proses penyelenggaraanpelayanan memberikan seauatu yang berharga bagi kemajuan dan perkembangan atau kemudahan untuk kegiatan pelayanan terhadap peserta didik.

 

  1. Langkah –Langkah Evaluasi

Pelaksanaan Evaluasi Program ditempuh melalui langkah langkah berikut :

  1. Merumuskan masalah atau instrumentasi. Karena tujuan evaluasi adalah memperoleh data yang diperlukan untuk mengambil keputusan, maka konselor perlu mempersiapkan instrument yang terkait dengan hal-hal yang akan dievaluasi, pada dasarnya terkait dengan dua aspek pokok uang dievalusai yaitu ; (1) tingkat keterlaksanaan program, dan(2) tingkat ketercapaian tujuan program
  2. Mengembangkan atau menyusun instrument pengumpul data. Untuk memperoleh data yang diperlukan, yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program, maka konselor perlu menyusun insrumen yang relavan dengan kedua aspek tersebut. Instrumen itu diantaranya inva=entori, angket, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi.
  3. Mengumpulkan dan menganilisis data. Setelah data diperoleh maka data iti dianalisis, yaitu menelaah tentang program apa saja yang telah dan belum dilaksanakan, serta tujuan mana saja yang telah dan belum tercapai.
  4. Melakukan tindak lanjut. Berdasarkan temuan yang diperoleh, maka, dapat dilakukan kegiatan tindak lanjut, Kegiatan ini dapat meliputi dua kegiatan, yaitu (1) memperbaiki hal-hal yang dipandang lemah, kurang tepat, atau kurang relavan dengan tujuan yang ingin dicapai, dan (2) mengembangkan program, dengan cara mengubah atau menambah beberapa hal yang dipandang dapat meningkatkan kualitas atau efektifitas program.

 

  1. Akuntabilitas

Akuntabilitas pelayanan terwujud dalam kejelasan program, proses implementasi, dan haasil-hasil yang dicapai serta informasi yang dapat menjelaskan apa dan mengapa sesuatu proses dan hasil terjadi atau tidak terjadi. Hal yang amat penting di dalam akuntabilitas adalah informasi yang terkait dengan fackor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan peserta didik di dalam mencapai kompetensi. Oleh karena itu seorang konselor perlu menguasai data dan bertundak atas dasar data yang terkait dengan perkembangan peserta didik.

 

  1. Analisis Hasil Evaluasi Program dan Tindak Lanjut

            Hasil evaluasi menjadi umpan balik program yang memerlukan perbaikan, kebutuhan peserta didik yang belum terlayani, kemampuan personil dalam melaksanakan program, serta dampak program terhadap perubahan perilaku peserta didik dan pencapaian prestasi akademik, peningkatan mutu proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan.

Hasil analisis harus ditindaklanjuti dengan menyusun program selanjutnya sebagai kesinambungan program, mengembangkan jejaring pelayanan agar pelayanan Bimbingan dan Konseling lebih optimal, melakukan referral bagi peserta didik-peserta didik yang memerlukan bantuan khusus dari ahli lain, serta mengembangkan komitmen baru kebijakan orientasi dan implementasi pelayanan Bimbingan dan Konseling selanjutnya.

 

  1. Personel Bimbingan dan Konseling

            Personil utama pelaksana pelayanan Bimbingan dan Konseling adalah konselir dan staf administrasi bimbingan dan konselin. Sementara personil pendukung pelaksanaan pelayanan Bimbingan dan Konseling adalah segenap unsur yang terkait alam pendidikan (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas, staf administrasi) didalam organigram pelayanan Bimbingan dan Konseling, dengan coordinator dan guru pembimbing/konselor serta staf administrasi Bimbingan dan Konseling sebagai pelaksanaan utamanya. Uraian tugas masing-masing personil tersebut, khusus dalam kaitannya dengan pelayanan Bimbingan dan Konseling, adalah sebagai berikut :

  1. Kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/madrasah

Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan disekolah/madrasah secara menyeluruh, khususnya pelayanan Bimbingan dan Konseling. Tugas kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/madrasah adalah mengkoordinasi segenap kegiatan yang direncanakan, diprogramkan dan berlangsung di sekolah/madrasah, sehingga pelayanan pengajaran, latihan dan Bimbingan dan Konseling merupakan satu kesatuan yang terpadu, harmonis dan dinamis.

  1. Menyediakan sarana dan prasarana, tenaga dan berbagai fasilitas lainnya untuk kemudahan bagi terlaksananya pelayanan Bimbingan dan Konseling yang efektif dan efisien.
  2. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program, penilaian dan upaya tindak lanjut pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  3. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan pelayanan dan Bimbingan dan Konseling disekolah kepada pihak pihak terkait terutanma dinas pendidikan yang menjadi atasannya.
  4. Menyediakan fasilitas dan kesempatan dukungan dalam kegiatan kepengawasaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah bidang Bimbingan dan Konseling.
  5. Koordinator Bimbingan dan Konseling

Koordinator Bimbingan dan Konseling adalah salah satu konselor diantaranya berperan sebagai pembantu kepala sekolah bidang pelayanan Bimbingan dan Konseling yang bertugas :

  1. Mengkoordinasikan para konselor.
  2. Memasyarakatkan pelayanan Bimbingan dan Konseling kepada segenap warga sekolah, orang tua peserta didik dan masyarakat.
  3. Menyusun program kegiatan Bimbingan dan Konseling pelayanan dan kegiatan pendukung program mingguan, bulanan, semsetera dan tahuanan.
  4. Melaksanakan program Bimbingan dan Konseling.
  5. Mengadministrasikan program kegiatan Bimbingan dan Konseling.
  6. Menilai hasil pelaksanaan program kegiatan Bimbingan dan Konseling.
  7. Menganalisis hasil penilaian pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.
  8. Memberikan tindak lanjut terhadap analisis hasil penilaian Bimbingan dan Konseling.
  9. Mengusulkan kepada kepala sekolah atau madrasah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga, sarana prasarana, alalt dan perlengkapan pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  10. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan Bimbingan dan Konseling kepada kepala sekolah/madrasah.
  11. Berpartisifasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh pengawas sekolah/madrasah bidang Bimbingan dan Konseling.
  12. Konselor

Konselor adalah tenaga pendidik yang berkualifikasi strata satu (S-1) program studi Bimbingan dan Konseling dan menyelesaikan pendidikan profesi konselor (PPK). Sedangkan penerima/penggunanprofesi Bimbingan dan Konseling dinamakan konseli. Konselor sebagai pelaksana utama, tenagan inti dan ahli atau tenaga profesional, bertugas:

  1. Melakukan studi kelayakan dan needs assesment pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  2. Merencanakan pelayanan Bimbingan dan Konseling untuk satuan-satuan waktu tertentu. Program-program tersebut dikemas dalam program harian/mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan.
  3. Melaksanakan program pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  4. Menilai proses dan hasil pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling.
  5. Menganalisis hasil penilaian pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  6. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  7. Mengadministrasikan kegiatan program Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakannya.
  8. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling secara menyeluruh kepada koordinator Bimbingan dan Konseling serta kepala sekolah/madrasah.
  9. Mepersiapkan diri, menerima dan berpartisifasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh pengawas sekolah atau madarasah bidang Bimbingan dan Konseling.
  10. Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas serta pihak yang terkait dalam pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling.
  11. Guru Mata Pelajaran/Praktik

Sebagai pengampu mata pelajaran dan/atau praktikum, guru dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling memiliki peran sebagai berikut:

  1. Membantu konselor mengindentifikasi peserta didik-peserta didik yang memerlukan Bimbingan dan Konseling, setrta membantu pemngumpulan data tentang peserta didik.
  2. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan Bimbingan dan Konseling kepada konselor.
  3. Menerima peserta didik alih tangan dari konselor, yaitu peserta didik yang menurut konselor memerlukan pelayanan pengajar/latihan khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan, program pengayaan).
  4. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan pelayanan/kegiatan Bimbingan dan Konseling untuk mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang dimaksudakn itu.
  5. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik, seperti konferensi kasus
  6. Membantu pegumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan Bimbingan dan Konseling serta upaya tindak lanjutnya.
  7. Wali Kelas

Sebagai pembina kelas, dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling Wali Kelas berperan:

  1. Melaksanakan peranannya sebagai penasihat kepada peserta didik khususnya dikelas yang menjadi tanggung jawabnya.
  2. Membantu meberikan kesempatan dan kemudahan bagi peserta didik, khususnya dikelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti/menjalani pelayanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konsling.
  3. Berpartipasi aktif dalam konferensi kasus.
  4. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan Bimbingan dan Konseling kepad konselor.
  5. Staf Administrasi

Staf administrasi memiliki peranan yang penting dalam meperlancar pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling. Mereka diharapkan menbantu menyediakan format-format yang diperlukan dan menbantu para konselor dalam memelihara data dan serta sarana dan fasilitas Bimbingan dan Konseling yang ada.

 

BAB III

ANALISIS TEORI DAN PRAKTIS

 

  1. Analisis Teoritis

Fungsi manajemen sangat membantu sekali kepada pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling ketika dilaksanaan dilapangan. Jika fungsi-fungsi manajemen diterapkan secara maksimal maka akan memberikan pengaruh yang baik serta menjadikan layanan program Bimbingan dan Konseling berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

 

  1. Analisis Praktis

Untuk analisis praktis penulis membawakan satu kasus observasi yang dilakukan oleh salah satu sumber mengenai proses pengaplikasian Bimbingan dan Konseling di SDN Puren Jl.Tantular 93 Pringwulung Condong Catur Depok Kab. Sleman,Yogyakarta.

SDN Puren merupakan SD Negeri yang terletak di lingkungan yang ramai. Karena sekolah ini tepat berada di sebelah utara selokan mataram dan tidak jauh dari perempatan jalan. Terdapat bangunan di sekitar sekolah seperti Indomaret, jogja chicken dll.

Di dalam lingkungan sekolah terdapat banyak tanaman, baik itu tanaman hias dan pohon-pohon yang rindang. Oleh karena itu sekolah ini nampak asri dan sangat bersih. Bangunan sekolah sudah bagus dan layak untuk belajar. Kendalanya luas bangunan yang kurang dan terletak di lingkungan yang padat penduduk. Di dalam sekolah, terdapat beberapa bangunan  yang mendukung sebagai sarana prasarana sekolah. Seperti ada ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang rapat, kantin kejujuran, musholla, UKS, tempat parkir, toilet, lapangan upacara dan lapangan basket.

 

  1. Hasil Observasi
12

Setelah kita lihatkan bersama bahwa, SDN Puren memiliki kondisi letak dan lingkungan yang cukup bagus. Namun, setiap sekolah pastilah memiliki hambatan-hambatan yang harus dihadapi, seperti pada kondisi guru yang jumlahnya kurang memenuhi, hanya ada 4 guru kelas yang ada dan guru yang lainnya sudah memiliki tugas terhadap ilmu di bidangnya masing-masing. SDN Puren masih dikatakan kekurangan guru kelas, yaitu guru kelas II dan kelas III diampu oleh guru yang lain. Selain itu, ada juga guru yang tidak memiliki kode etik dalam artian tidak sesuai dengan sopan santun ataupun kelayakan sebagai seorang guru, maka dari itu akan segera dimutasi.

Jumlah guru yang ada di SDN Puren saat ini keseluruhan ada 15 orang (Kepala Sekolah, Guru dan Penjaga Sekolah), sedangkan jumlah keseluruhan siswanya 206 siswa dengan 6 rombongan kelas. Di SDN Puren sering sekali terjadi permasalahan yang dihadapi siswa, permasalahan yang dihadapi pun beraneka ragam. Dalam menangani permaslahan yang dihadapi siswa, di SDN Puren yang bertanggungjawab adalah guru kelas masing-masing dengan memberikan layanan Bimbingan dan Konseling yang bekerja sama dengan semua pihak sekolah, keluarga dan lingkungan sekolah.

Adapun penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam program layanan Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut :

  1. Planning (Perencanaan)

Dalam hal ini SDN Puren belum mengadakan sebuah perencanaan secara matang dan tertata, namun seorang guru hanya membuat sebuah perencanaan saat sudah ada masalah atau bersifat dadakan. Hal demikian dikarenakan sebuah masalah di Sekolah Dasar masih mendasar dalam artian belum dalam ranah masalah besar. Pada realitanya, ada beberapa guru yang mengikuti penataran Pelayanan BK dan mendapatkan sertifikat khusus.

Namun, yang pasti tahap awal yang dilakukan adalah mengidentifikasi masalah. Untuk penerimaan siswa baru dilakukan juga Tes IQ, dan untuk siswa khusus dilakukan tes oleh Psikolog di Puskesmas. Jadi, secara jelasnya SDN Puren masih menerapkan metode perencanaan bimbingan klasik atau lama.

  1. Organizing (Pembagian tugas)

Pengelompokan dalam manajemen konseling SDN Puren ada 2 hal, yakni pengelompokkan siswa yang berprestasi dan siswa yang bermasalah. Dalam pengelompokkan siswa yang berprestasi yakni di bimbing dan diberi pelatihan khusus. Lalu, untuk siswa yang bermasalah yakni dikelompokkan dan ditangani oleh guru kelas masing-masing.

  1. Actuating (Pelaksanaan)

Pelaksanaan di SDN Puren dengan melayani sebatas kemampuan yang dimiliki, karena di Sekolah tersebut tidak memiliki guru BK yang khusus. Untuk siswa kelas I yang sudah mampu membaca dengan lancar diberi tugas untuk membaca buku diperpustakaan atau di kelas dan membantu teman-teman lain yang belum lancar membaca. Kemudian untuk siswa yang memiliki bakat atau minat tertentu diberi bimbingan dan pelatihan, contohnya ada siswa kelas V yang memiliki postur tubuh tinggi dan proporsional yang memiliki hobi bermain tenis lapangan, maka anak tersebut disuport oleh sekolah dan diberikan pelatihan setiap hari setelah jam pulang sekolah.

Kemudian, untuk bimbingan terhadap anak yang bermaslah contohnya, ada anak tuna netra dibimbing di ruang UKS, jadi memang SDN Puren belum terdapat adanya Sarana penunjang layanan BK. Ketika ada anak yang nakal atau memiliki masalah pun langsung dibimbing atau dilayani di ruang Kepala Sekolah. Tak hanya itu, dari pihak sekolah pun memiliki buku daftar program bimbingan di setiap kelas. Tak hanya buku untuk guru namun juga untuk siswa. Dalam buku guru terteta format penilaian atau bimbingan yang dilakukan pada masing-masing anak atau anak tertentu. Jika buku yang dimiliki anak, mereka memegang masing-masing buku yang isinya tentang kendala dalam menerima pelajaran, kesulitan membaca, belajar membaca, dan lain-lain.

Ada juga pelaksanaan unik yang dilakukan pihak sekolah terhadap masyarakat sekitar, yakni melakukan hubungan yang sangat baik dengan masyarakat sekitar seperti mengumumkan tentang kebersihan sekolah dan sekitar untuk bersama-bersama dibersihkan dalam rangka lomba Kebersaihan Sekolah tingkat Nasional. Masyarakat pun memberikan rasa peduli dan kepercayaan terhadap sekolah. Hubungannya dalam pelaksanaan bimbingan dan layanan disini adalah pihak sekolah tidak hanya memberikan layanan terhadap siswa dan semua guru atau penjaga, namun juga seluruh anggota masyarakat yang berada di sekitar sekolah. Pengawasan masyarakat terhadap pihak sekolah pun selalu diterapkan, dan kegiatan di SDN Puren tak hanya untuk pembelajaran di pagi hari saja, namun untuk sore dan malam hari sering juga digunakan oleh masyarakat sekitar untuk kegiatan bersama.

  1. Controling (Evaluasi dan Tindak lanjut)

Untuk melakukan evaluasi, SDN Puren melaksanakannya dengan cara memberikan pelaporan hasil belajar dan semangat siswa kepada semua wali murid setiap penyerahan raport. Belum lagi jika ada wali murid yang cuek, maka wali murid tersebut dipanggil ke Sekolah untuk diberi penjelasan. Tak hanya saat momen itu, ada juga beberapa guru SDN Puren yang memberikan pelaporan terkait siswa saat pagi hari ketika orang tua mengantar ke sekolah, juga siang hari saat dijemput orang tua. Untuk sebuah tindak lanjut sendiri, ketika ada yang memiliki bakat unik yang tidak dimiliki oleh anak-anak lain yaitu dengan cara memberikan kesempatan untuk tampil pada sebuah acara sekolah dan diberi hadiah, seperti acara perpisahan kelas VI, acara hari Besar Islam, acara Kartini, dan masih banyak lagi. Jika terdapat siswa yang memiliki bakat dalam bidang olahraga maka diberi pelatihan khusus dan disuport oleh semua guru. Kemudian untuk siswa yang bermasalah, tidak diperlakukan dengan manja tapi disikapi dengan ketegasan, ditantang, dan dihadapkan secara serius. Contohnya ada siswa kelas 6 (sekarang) yang dulunya selalu tinggal selama 3 tahun berturut-turut, dia adalah anak tunggal yang selalu dimanja oleh orang tuanya, dibelikan handphone yang mahal sekalipun pasti dituruti. Namun, untuk masalah sekolahnya tidak pernah diperhatikan, sepeti tidak membawa pensil saat Ujian Nasional kemaren. Maka dari itu, guru harus memperlakukan siswa tersebut secara tegas dan tidak dimanja, supaya dia dapat sadar bahwa perbuatannya sudah tidak dibenarkan dalam norma agama dan sosial.

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan hasil observasi yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:

Layanan Bimbingan dan Konseling di SDN Puren dilaksanakan secara langsung berdasarkan pada permasalahan yang dihadapi siswa saat itu. Di SDN Puren tidak terdapat program BK yang terencana secara tertulis. Hal ini dikarenakan tidak ada guru BK secara khusus dan memang belum menjadi program yang berdiri independen di SDN Puren. Berdasarkan data yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa untuk penerapan fungsi manajemen khususnya planning, organizing, actuating dan controlling belum sepenuhnya diterapkan. Pelaksanaan – pelaksanaan yang ada di SDN Puren sangat sederhana, sebatas pada melakukan kegiatan bimbingan yang autodidak sesuai dengan keadaan dan permasalahan yang dihadapi siswa.

 

BAB IV

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Dari pembahasan artikel ini dapat disimpulkan bahwa evalusi program Bimbingan dan Konseling merupakan sebuah komponen yang penting. Dengan adanya evaluasi, pelaksanaan dari semua personel yang terlibat dalam program Bimbingan dan Konseling akan memiliki nilai acuan untuk meningkatkan kulaitas pelayanan dari yang telah dilaksanakan sebelumnya.

17

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Admin. (2015, Maret 2015). Contoh Laporan Observasi BK di Sekolah. Dipetik April 10, 2015, dari Perkuliahan: http://www.perkuliahan.com/contoh-laporan-observasi-bk-di-sekolah/

Atmodiwirio, S. 2000. Manajemen Pendidikan Di Indonesia. Jakarta: PT. Ardadizya Jaya.

Depdiknas. 2008. Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional 2007.

Depdikbud. 1995.Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Buku IV. Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Hestrop, W. Richard. 1975. Managing Education for Result, Etc. Publication Illionis.

Pidarta, Made, 1988. Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta: Bina Aksara.

Rahim, Maryam. 2012. Manajemen Bimbingan dan Konseling Dalam Konteks Manajemen Pendidikan di Sekolah. Makalah Universitas Negeri Gorontalo.

Shertzer and Stone, 1981. Fundamentals of Guidance, Fourth Edition, Boston : Houghton Mifflin Company.

Siagian, Sondang. 2001. Sistem informasi Manajemen. Jakarta. Bumi Aksara.

 

 


KKN Posdaya Citalem Berbagi Cerita dengan Anak

Category : Akademik

Bandung, UPIDSC_2923

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posdaya Desa Citalem mencoba berbagi cerita inspirasi dan motivasi dengan anak-anak sekitar, Minggu (11/1/2015) di Madrasah RW 06 Desa Citalem Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut dihadiri 80 anak yang terdiri atas berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Sekolah Menengah Atas.

Taaruf atau pengenalan kepada masyarakat merupakan tujuan utama dari kegiatan tersebut. Hal ini dimaksudkan supaya masyarakat bisa lebih dekat dan mudah berinteraksi dengan peserta KKN di Desa Citalem. Selain itu dalam kegiatan yang berdurasi 1,5 jam tersebut peserta KKN memberikan pengenalan kepada anak mengenai pengertian, maksud, tujuan kegiatan, dan program apa saja yang akan dilaksanakan KKN kali ini.

Setelah rangkaian materi inti tersampaikan, peserta KKN membuka sesi perkenalan anak-anak sehingga acarapun semakin hangat dan komunikatif. Beberapa perwakilan anak menyampaikan identitas diri dan cita-cita mereka di masa depan. Seperti yang disampaikan Rafi Raehan S. yang memiliki cita-cita ingin menjadi astronot. Selain Rafi banyak lagi anak yang menyampaikan cita-cita luar biasanya seperti menjadi dokter, menjadi arsitek, teknisi dan lain sebagainya.DSC_2916

Dalam sesi ini terlihat anak-anak lebih riang dan aktif di dalam berdiskusi, sehingga ada beberapa pertanyaan yang mereka lontarkan kepada peserta KKN. Di akhir acara, peserta KKN berfoto bersama dengan anak-anak dan warga sekitar. Mereka berharap, dengan kegiatan ini masyarakat lebih dekat dan mengenal peserta KKN sehingga dapat saling bekerja sama di dalam program yang dilaksanakan berikutnya.

Kelompok KKN Desa Citalem adalah peserta KKN Tematik Universitas Pendidikan Indonesia yang Fokus pada tema Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Kelompok ini terdiri atas 11 mahasiswa berasal dari berbagi jurusan. Kelompok ini diketuai Muhammad Taufik R (Pendidikan Bahasa Jepang) dengan anggota sebagai berikut: Suhendar Aryadi (Pendidikan Teknik Elektro), Zharifah Mardliyyah (Pendidikan Akuntansi), Fadhlillah S. (Teknik Arsitektur), Emil Ramadhan (Pendidikan Teknik Elektro), Hafidh Oktavialdi D. (MRL), Gilang Lorosae (Manajemen), Adrian Fauzi (MPP), Maya Marisa (PGSD Penjas), Yeti (Pendidikan Tenologi Agroindustri), dan Eryanti Septian (Pendidikan Teknik Arsitektur). (Suhendar aryadi/Anggota KKN Posdaya Desa Citalem)


Sosialisasi Posdaya di Desa Citalem Berlangsung Lancar

Category : Akademik

Bandung, UPIDSC_2940

Kelompok peserta KKN Tematik Desa Citalem melakukan sosialisasi tentang Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) kepada segenap perangkat Desa Citalem Kecamatan Cipomgkor Kabupaten Bandung Barat, Senin (12/1/2015). Undangan meliputi setiap ketua RW dan beberapa ketua RT beserta para kadernya dari desa tersebut. Pak Oman sebagai Kepala Desa turut hadir sekaligus memberikan sambutan pada acara sosialisasi ini.  Sosialisasi dilaksanakan di Balai Pertemuan Desa mulai pukul 13.00 sampai dengan pukul 15.00 WIB.

Pada kesempatan tersebut peserta KKN memberikan pemahaman tentang Posdaya yang meliputi pengertian, tujuan, sasaran, prioritas kegiatan dan struktur organisasi. Selain itu disampaikan juga rencana program yang akan membantu penguatan Posdaya Desa Citalem selama beberapa hari kedepan selama kegiatan KKN berlangsung. Antusiasme yang baik terlihat dari tamu undangan yang hadir pada acara tersebut. Terbukti dengan beberapa pertanyaan, usulan dan masukan yang disampaikan oleh para tamu undangan sehingga membuat acara ini menjadi lebih komunikatif dan berlangsung dua arah.DSC_2951

Tidak hanya sampai disosialisasi terpusat, kedepannya peserta KKN akan berusaha mendampingi Posdaya Kenanga Desa Citalem sehingga diharapkan lebih memberikan penguatan baik dari sisi keorganisasian ataupun programnya. Selain itu mereka berharap dari kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman lebih mengenai keberadaan Posdaya yang sudah terbentuk sekitar setahun yang lalu.

Kelompok KKN Desa Citalem adalah peserta KKN Tematik Universitas Pendidikan Indonesia yang Fokus pada tema Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Kelompok ini terdiri atas 11 mahasiswa berasal dari berbagi jurusan. Kelompok ini diketuai Muhammad Taufik R (Pendidikan Bahasa Jepang) dengan anggota sebagai berikut: Suhendar Aryadi (Pendidikan Teknik Elektro), Zharifah Mardliyyah (Pendidikan Akuntansi), Fadhlillah S. (Teknik Arsitektur), Emil Ramadhan (Pendidikan Teknik Elektro), Hafiidh Oktavialdi D. (MRL), Gilang Lorosae (Manajemen), Adrian Fauzi (MPP), Maya Marisa (PGSD Penjas), Yeti (Pendidikan Tenologi Agroindustri), dan Eryanti Septian (Pendidikan Teknik Arsitektur). (Suhendar Aryadi/Anggota KKN Posdaya Desa Citalem)


Belajar Membuat Jurnal

Category : Akademik , Kajian

Bermula dari kegiatan organisasi di kampus yang konsen akan pembelajaran menulis karya ilmiah. Saya memberanikan diri untuk “coba-coba” membuat karya tulis ilmiah. Ketika itu ada ide yang menurut saya sepertinya belum ada. Tetapi sekarang baru menyadari ternyata sepertinya sudah ada. Tetapi masih kurang tahu apakah sama persis konsepnya atau tidak.

Intinya saya ingin berbagi saja ide yang pernah Allah Azzawajalla berikan kepada saya. Semoga ada pembaca yang tertarik. Tetapi tetap untuk menjaga etika keilmiahannya 🙂

Oh ia, Jurnal nya pernah di submit ke even konferensi di negeri gingseng Korea Selatan, Tetapi Qodarulloh belum lolos.

“COMYEE”: Aplikasi berbasis Android Untuk Usaha mengurangi Pengangguran di Indonesia

Suhendar Aryadi1, Lela Nurul Millah2, Hildamayanti Dwi Putri3, and Rita Mariyana, S.Pd., M.Pd4.

Abstract. Pengangguran merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh Indonesia, salah satu penyebab utama pengangguran adalah kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan, sehingga hal ini menghambat Indonesia untuk menjadi negara maju. Tingkat penganggruran di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya.Walaupun pemerintah sudah berupaya untuk meminimalisasi pengangguran, tetapi upaya tersebut belum terlaksana secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya tindak lanjut lebih jauh dan terus menerus. Berdasarkan masalah tersebut, ditawarkan solusi berupa pembuatan website “comyee” sebagai media alternatif yang diharapkan dapat meminimalisasi angka pengangguran di Indonesia. “Comyee” merupakan sebuah situs mengenai segala informasi lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan yang berada di Indonesia. “Comyee” tidak hanya menguntungkan pihak perusahaan saja, tetapi keuntungan didapatkan pula oleh pelamar pekerjaan. Langkah pembuatan “comyee” dimulai dari mendirikan kantor pusat layanan, pembuatan website “comyee”, pengesahan dan memasarkan produk, mulai pendaftaran dan pengisian informasi akun, perusahaan mencari dan memilih calon karyawan, dan karyawan mendapatkan konfirmasi dari perusahaan. Tujuan pembuatan “comyee” ini untuk mempermudah pelamar pekerjaan mendapatkan informasi lengkap mengenai lowongan pekerjaan yang berada di Indonesia. Selain itu, website jejaring sosial ini mempermudah perusahaan atau institusi mencari calon karyawan bagi perusahaannya.

Kata Kunci: Pengangguran, Aplikasi, Android

  1. INTRODUCTION

Pada zaman sekarang teknologi informasi dan komunikasi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Berdasarkan data Dirjen Sumber daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPP) Kementerian Komunikasi dan Informasi menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai peringkat ketiga di Asia dengan 55 juta orang [1]. Sementara jumlah pengguna seluler di Indonesia hingga bulan Juni 2010 diperkirakan mencapai 180 juta pelanggan atau mencapai sekitar 80 persen populasi penduduk [2]. Pemanfaatan yang kreatif dan cerdas dapat menjadi peluang besar bagi kehidupan bersosial dan berkomunikasi. Penemuan aplikasi jejaring sosial dapat menjadi salah satu peluang untuk membuat sistem informasi baru.

Pengangguran di Indonesia masih terhitung besar jumlahnya. Data yang dikutip dari Badan Pusat

 

Statistik (BPS) menyatakan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 6,32% atau 7,61 juta orang [3]. Pemerintah sudah berupaya untuk mengatasi pengurangan angka pengangguran, tetapi upaya tersebut harus dikembangkan secara terus menerus. Berdasarkan permasalahan tersebut, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara membuat sebuah sistem mengenai informasi pekerjaan yang terdapat di Indonesia. Upaya tersebut diharapkan agar orang yang mencari pekerjaan memiliki informasi yang cukup dan berkala dari perusahaan yang sedang melakukan penerimaan calon karyawan melalui sistem ini.

Tujuan paper ini untuk mempermudah pelamar pekerjaan mendapatkan informasi lengkap mengenai lowongan pekerjaan yang berada di Indonesia. Selain itu, website jejaring sosial ini mempermudah perusahaan atau institusi mencari calon karyawan bagi perusahaannya.

Hasil sistem yang ditawarkan berupa website jejaring sosial yang berisi informasi mengenai profil lengkap pelamar pekerjaan mulai dari riwayat hidup, latar belakang pendidikan, pengalaman bekerja, dan sebagainya. Selain itu, website jejaring sosial ini berisi mengenai profil lengkap perusahaan atau institusi yang mencari calon karyawan.

  1. EXPLANATION

Telah diketahui bahwa informasi penerimaan karyawan baru dapat diakses secara online yang dipublikasikan melalui website atau partner resminya. Pengguna internet aktif di Indonesia tidak sebanding dengan populasi Indonesia. Berdasarkan data yang diambil dari Kompas Forum menunjukkan bahwa jumlah populasi Indonesia sekitar 248,64 juta, tetapi pengguna internet aktif hanya berkisar pada 22,1% saja [4]. Hal ini disebabkan minimnya pengguna internet aktif di daerah-daerah yang berada di Indonesia. Oleh karena itu, solusi untuk masalah tersebut dapat diupayakan dengan membuat website jejaring sosial. Website jejaring sosial ini disebut dengan “comyee”. “Comyee” memiliki sistem yang berbeda dengan sistem perekrutan karyawan online lainnya. Dalam sistem “comyee”, bukan pelamar yang mencari informasi mengenai suatu pekerjaan, tetapi perusahaan yang mencari calon karyawan bagi perusahaannya. Adapun beberapa konten yang ada di “comyee” yaitu:

  1. Informasi profil lengkap mengenai calon karyawan dan perusahaan atau institusi, diantaranya terdiri atas foto profil, riwayat hidup, riwayat pendidikan, pengalamann bekerja, prestasi yang pernah diraih, dan sebagainya.
  2. Lampiran dokumen untuk keperluan melamar pekerjaan.
  3. Tombol konfirmasi pemberitahuan dari perusahaan kepada pemilik akun tersebut. Konfirmasi dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu pemberitahuan lewat pesan singkat, surat elektronik, dan pemberitahuan langsung melalui panggilan video apabila pemilik akun sedang online diwaktu yang bersamaan dengan pencari calon karyawan.
  4. Tombol suka dan tidak suka. Tombol suka berfungsi untuk memberikan penilaian menarik pada kesan pertama bagi perusahaan atau institusi, sedangkan tombol tidak suka memiliki fungsi yang bertolak belakang dengan tombol suka yaitu untuk memberikan penilaian tidak menarik pada kesan pertama bagi perusahaan atau institusi.

Dengan hadirnya “comyee” ini, diharapkan dapat meminimalisasi angka pengangguran di Indonesia. Untuk melaksanakan program ini terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Mendirikan kantor pusat pelayanan mengenai informasi program untuk masyarakat yang berfungsi sebagai tempat pusat pelayanan untuk melayani masyarakat yang ingin tahu informasi mengenai program ini. Terdapat beberapa pelayanan yang diberikan di kantor tersebut diantaranya:
  2. Orang-orang dapat mencari tahu lowongan pekerjaan yang sedang membuka perekrutan karyawan.
  3. Masyarakat dapat membuat akun langsung di kantor pusat pelayanan “comyee”. Dengan adanya kemudahan tersebut, masyarakat dapat dengan mudah membuat akun pencarian pekerjaan, yaitu dengan mengakses website “comyee” .
  4. Pembuatan website dengan tampilan dan konten yang telah didesain, serta dengan mempersiapkan perangkat pendukung lainnya.
  5. Pengesahan produk berupa program sistem informasi pekerjaan.
  6. Promosi produk dan mengenalkan produk ke semua lapisan masyarakat melalui beberapa media informasi seperti iklan di koran, internet, televisi, radio, dan sebagainya.
  7. Hasil akhirnya, masyarakat dapat menggunakan program “comyee” ini dengan mudah untuk mencari informasi lowongan pekerjaan dan karyawan yang sesuai dengan perusahaan yang membutuhkan.

Berikut bagan proses untuk melaksanakan program “comyee”:

Bagan 1: proses untuk melaksanakan program “comyee”

Terdapat dua kategori untuk melakukan pendaftaran dan pemasukan data pribadi, yaitu:

  1. Pemasukan data oleh pengguna sendiri dengan cara membuka website yang telah disediakan. Kemudian, mengisi daftar isian yang telah tertera di websi
  2. Apabila pengguna tidak bisa menggunakan komputer atau tidak terdapat infrastruktur yang mendukung, pengguna dapat menghubungi kantor pelayanan yang telah tertera. Kantor pelayanan tersebut akan memberikan form pendaftaran kepada calon pengguna untuk diisi oleh pengguna. Kemudian, akan dimasukkan data pengguna tersebut kedalam database website.

Setelah melakukan pendaftaran dan pemasukan data, calon pengguna akan mendapatkan nama pengguna dan kata kunci untuk keperluan selanjutnya seperti untuk mengubah data dan sebagainya. Informasi ketika terdapat perusahaan yang ingin mengkonfirmasi pengguna yang diminatinya dapat di terima dari beberapa media., yaitu dari website itu sendiri, sms, dan e-mail. Setelah itu, akan diberikan pemberitahuan selanjutnya untuk tahapan yang sesuai dengan prosedur perusahaan yang berlaku.

Perusahaan akan memilih calon karyawannya dengan melihat profil dan data yang telah dimasukkan pada setiap pengguna. Dalam profil pengguna, terdapat tingkatan rangking yang diisi oleh perusahaan. Hal tersebut dapat menjadi referensi untuk perusahaan lain yang akan merekrutnya. Ada beberapa pilihan untuk menindaklanjuti perusahaan yang tertarik dengan pengguna sebagai pencari pekerjaan. Pilihan tersebut yaitu melalui sms, email, pesan di profil pengguna, dan sebagainya. Fitur selanjutnya yang menarik adalah perusahaan dapat melakukan wawancara secara streaming dengan calon karyawan langsung melalui website tersebut. Namun, hal tersebut dapat dilakukan apabila kedua belah pihak saling menyetujui. Informasi yang didapatkan oleh pengguna akan ditindaklanjuti oleh perusahaan yang tertarik dengannya, misalkan perusahaan akan melakukan wawancara, psikotes atau prosedur lainnya untuk keperluan perekrutan karyawan. Dalam hal ini, setiap perusahaan akan memiliki tindakan lanjut yang berbeda sesuai prosedur masing-masing perusahaan.

  1. CONCLUSION

“Comyee” adalah media alternatif yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan bagi para calon karyawan dan memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk mencari calon karyawan.

  1. SUGGESTION

This paper is still based on literature study, so it still need more advance study and researches in order implementing a “comyee” in website social networking.

  1. ACKNOWLEDGE

With the completion of this paper, the authors would like to thank to:

  1. Rita Mariyana, S.Pd., M.Pd.
  2. UKM LEPPIM UPI as student research institute which has developed   competence of scientific writing of authors.
  3. Various sources of reference that have been reference literature for author.

References

[1]   ___ (2012). Pengguna Internet Indonesia Tertinggi Ketiga di Asia. [Online]. Available: http://www.solopos.com/2012/11/02/pengguna-internet-indonesia-tertinggi-ketiga-di-asia-344095

[2]   ___ (2012). 80 Persen Penduduk Indonesia Gunakan Telepon Genggam. [Online]. Available: http://tekno.liputan6.com/read/286205/80-persen-penduduk-indonesia-gunakan-telepon-genggam

[3]           El Hida, R (2012). BPS: Jumlah Pengangguran di Indonesia 7,61 juta, Turun 6%. [Online]. Available: http://finance.detik.com/read/2012/05/07/141833/1911053/4/bps-jumlah-pengangguran-di-indonesia-761-juta-turun-6


AKUMARU.com: Pusat Promosi dan Pencarian Info LOMBA

Category : Akademik , Info Lomba

Alhamdulillah, teman-teman hari ini saya ingin membagikan sebuah informasi yang Insyaallah bermanfaat untuk kita semua terkhusus bagi pelajar dan Mahasiswa.

Di Indonesia banyak sekali kegiatan atau event dan informasi lainnya yang diselenggarakan oleh banyak instansi seperti pemerintahan, perusahaan, pendidikan, media massa dan yang lainnya. Kegiatan pun sangat variatif dari mulai info lomba, info seminar, info beasiswa, dan info kegiatan lainnya.

Informasi tersebut merupakan sebuah peluang yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dari semua kegiatan di atas banyak sekali manfaat yang dapat kita dapatkan, mulai dari keilmuan, teman, pengalaman serta tentunya uang hadiah yang menjadi penghargaan bagi prestasi pemenangnya.

Tetapi kadang kala kita terbatas dengan info publikasi dari pihak penyelenggara. Karena keterbatasan kita mencari info disetiap instansi atau karena belum terkumpulnya info-info tersebut dalam sebuah wadah yang fokus.

Dengan perkembangan Teknologi Informasi saat ini akan terasa mudah untuk pencarian informasi yang telah dipaparkan di atas. Terlebih jika terdapat wadah informasi yang mengumpulkan semua informasi-informasi tersebut.

Nah sobat, ini dia wadah yang kita nanti-nantikan untuk pencarian informasi seperti info lomba, info acara, info beasiswa, info kompetisi, dan info lowongan kerja. Yaitu AKUMARU: Pusat Promosi dan Pencarian Info LOMBA.

Logo AKUMARU

AKUMARU merupakan sebagai tempat untuk mewadahi acara-acara yang diselenggarakan oleh para pemuda Indonesia atau Instansi-instansi lainnya. Bersama AKUMARU, pihak penyelenggara dapat mempublikasikan acaranya secara gratis, dan menjadi tempat untuk mencari event-event.

Nama AKUMARU merupakan singkatan dari Ada Kumpulan LOMBA Terbaru. Apa cuman lomba saja yang ada di AKUMARU ? Tidak, LOMBA merupakan kependekan dari kategori utama kami yakni Lowongan Kerja, Kompetisi, Beasiswa, Acara. Dari kategori utama tersebut masih ada banyak sub-sub kategori lainnya.

Kompetisi

Kategori Kompetisi memiliki sub kategori :

  • Kompetisi blog seperti: Kontes SEO, Blog review
  • Kompetisi foto & film
  • Olimpiade = segala bentuk kompetisi yang sifatnya olimpiade
  • Kompetisi bisnis plan
  • Kompetisi menulis seperti: Esai, LKTI, Cerpen, Puisi, dll
  • Kompetisi Desain seperti: Poster, Rangkaian alat dan sejenisnya, Menggambar/kaligrafi
  • TI / Robotic = berbagai macam kompetisi yang berhubungan dengan TIK dan robot

Acara

Yang termasuk dalam kategori acara adalah sebagai berikut: Seminar, Workshop, Pelatihan, Open House, Konser band

Info Kontak

Halaman resmi: (http://www.akumaru.com/), Facebook (https://www.facebook.com/akumaru2701) dan Twitter (https://twitter.com/AKUMARUcom)

Info Lainnya

Selain Kompetisi dan Acara, di AKUMARU juga ada kategori info lowongan kerja, dan beasiswa.

Disini AKUMARU hanya sebagai pihak ketiga atau sebagai penghubung antara pihak penyelenggara dengan calon peserta acara. Dengan banyaknya event-event yang ada di AKUMARU, menjadikan AKUMARU sebagai central atau pusat pencarian informasi, lomba khususnya.

Bagaimana AKUMARU bekerja?

AKUMARU bekerja dengan mudah dan cepat. Infographic dibawah ini akan menjelaskan bagaimana cara bekerja website AKUMARU.

Cara Kerja AKUMARU

Submit Event

Submit event di AKUMARU mudah dan simpel. Sobat buka laman utama web AKUMARU di http://www.akumaru.com/ . Setelah itu teman cari menu submit. Kemudian sobat tinggal pilih paket yang ditawarkan. Di AKUMARU terdapat beberapa dari yang gratis samapi berbayar. Tinggal sesuaikan saja dengan keperluan publikasi sobat. Dibawah ini gambar yang menerangkan keterangan paket di AKUMARU.

Paket AKUMARU

Setelah sobat submit event, tinggal ditunggu validasi dari admin AKUMARU untuk memilah jika terdapat sumber yang ilegal.

Nah sobat, tunggu apalagi ayo segera pergunakan dengan sebaik-baiknya website AKUMARU sebagai pusat informasi, promosi dan pencarian info lomba.

Terimakasih, Semoga Bermanfaat


Sistem Kendali: Open Loop dan Close Loop

Bismillah, apa kabar sahabat-sahabatku. Hemm sudah lama sahabatmu ini tidak berbagi cerita kembali. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi bagaimana hirup pikuk tugas ketika sedang belajar heee. Semoga bagi sahabat-sahabat yang perlu referensi untuk pengembangan ilmu sahabat bisa diambil manfaatnya.

SISTEM KENDALI

1.      Pendahuluan

Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi dewasa ini sistem kendali manual maupun automatik memiliki peran yang sangat penting. Peranan sistem kendali automatik adalah paling menonjol dalam berbagai keperluan hajat manusia atau bangsa yang telah maju peradabannya.  Contoh konkrit dapat kita temui  pada  pengendalian  pesawat  ruang  angkasa,  peluru  kendali,  sistem pengemudi pesawat, satelit, dan sebagainya.   Sementara di industri diperlukan untuk pengendalian mesin-mesin produksi bidang manufaktur dan pengendalian proses seperti tekanan, temperatur, aliran, gesekan, kelembaban, dan sebagainya.

“Read More”

Semester Anyar, Sumangeut Anyar

Category : Opini

Dina jero hate kuring ngarasa bungah

Alhamdulillah, Gusti simkuring hoyong tiasa ngajaga dina ie kanikmatan jadi sobat Al-Quran. Paparin abdi kakuatan sangkan tiasa Istiqomah. La haula Wala kuwwata Illabillah

Kanikmatan anu kukuring teu kabayang saacana. Bisa diuk dina korsi pakuliahan nu teu bisa disorang iwal pitulung Anjeuna

 


Beasiswa DIKTI Tahun 2014

Kawan-kawan, Beasiswa DIKTI untuk tahun 2014 sudah dimulai pendaftarannya. Ada yang beda lho untuk tahun 2014 yaitu akan ada tunjangan keluarga setelah menginjak semester 2 (Horeee). Nanti jadi buat kaka-kaka yang sudah lulus S1 dan S2 kemudian ingin melanjutkan menimba ilmu. Mangga segera berjuang 🙂

“Read More”

Beastudi Etos 2014

Assalamualaikum Teman-teman, Kali ini saya akan memberikan informasi mengenai beasiswa kuliah diperguruan tinggi. Beasiswa ini merupakan beasiswa yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.

Beastudi Etos adalah Program investasi SDM, yang fokus pada pembinaan, pendampingan dan pemberdayaan mahasiswa untuk Indonesia unggul dan berdaya.

Beastudi Etos memiliki visi: Terdepan dalam membentuk SDM berkarakter untuk Indonesia unggul dan berdaya. Beastudi Etos ingin melahirkan generasi-generasi excellent bagi bangsa ini. Beastudi Etos berusaha menghadirkan pejuang-pejuang baru yang gigih memperjuangkan masa depan bangsa ini, dengan keunggulan dan kemandirian yang mereka miliki.

“Read More”