Nikmatnya Menjadi Sahabat Al-Quran

Nikmatnya Menjadi Sahabat Al-Quran

Category : Al-Quran , Kajian , Opini

Bismillah,

Al-Quran memang rahmat bagi semua orang :). Bagi yang membacanya akan diberikan 10 kebaikan pada setiap huruf yang dibacanya, Masyaallah. Sahabatku, betapa nikmatnya membaca Al-Quran dengan hati yang ikhlas kemudian dengan membacanya sesuai apa yang dicontohkan Oleh Rasulullahu Shalallahu a’laihi wasalallam. Ya, yaitu dengan membacanya secara Tartil sesuai yang Allah Azawajalla perintahkan.

Menurut ulama ahli Tafsir menjelaskan sebagai berkut: Imam Ibnu Katsir berkata,“Yakni, bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan karena hal itu sangat membantu dalam memahami dan tadabbur  al-Quran.” Selanjutnya beliau berkata, “Dan dengan cara tartil itulah Rasulullah membacaal-Quran”. Syaikh Abdurrahman al-Sa‘di berkata di dalam tafsirnya, “Karena sesungguhnya membaca al-Quran dengan tartil itu akan mampu menghasilkan tadabbur  dan tafakkur  terhadap makna ayat-ayat, dan juga bisa menggerakkan (memotivasi) hati pembacanya.”

Menjadi sahabat Al-Quran dapat dilakukan dengan hal yang memang menjadi kebiasaan sehari-hari kita ya Akhi. Diantaranya dengan bertilawah setiap hari atau dengan meghafalnya secara bertahap.

Dalam membaca Al-Quran penting diperhatikan mengenai Tajwid atau Tahsin dan Makhrijul huruf. Pengertian secara sederhanaya Tajwid atau Tahsin adalah tanda baca al-Quran yang  baik dan benar sedangkan Makhrijul huruf adalah sifat dan keluaran huruf yang semestinya dalam membaca Al-Quran. Nah teman-teman kedua hal ini seyogyanya dapat kita pelajari dari sekarang, karena memang dengan mempelajari kedua hal tersebut kita dapat belajar mebaca Al-Quran yang baik dan benar. Sudah banyak kok lembaga yang menyediakan pembelajaran mengenai tatacara membaca Al-Quran yang baik dan benar. Penulis juga sekarang masih belajar membaca Al-Quran kok. Alhamdulillh terasa nikmat dan indah jika membaca Al-Quran sesuai ilmunya 🙂

Salah satu yang menjadi motivasi dan penyemangat penulis dalam membaca Al-quran, yaitu membacanya dengan menggunakan Irama meski kadang-kadang kurang nyambung iramanya heee. Hmmm, Masyaallah nikmat ya Akhi. Kita sering mendengarkan bacaan Al-Quran yang merdu dan indah dari para Qori. Gimana rasanya, indah dan merdu bukan. Ya, biasanya para Qori menggunakan irama dalam membaca Al-Quran. Untuk yang sudah mengerti akan makna ayat-ayat Al-Quran yang dibacanya, akan berbeda irama pada setiap jenis ayatnya. Seperti ayat tentang perintah, akan berbeda pembawaan iramanya dengan ayat yang menerangkan azab. Oleh karena itu betapa indahnya ketika para ulama beriteraksi dengan Al-Quran. Masyaallah, Jadikan saya Ya Allah menjadi Sahabat Al-Quran.

Sekedar pengenalan untuk memberikan motivasi kepada teman-teman, ada beberapa Irama Al-Quran yang dikenal. Diantaranya adalah irama Bayati, Hijaz, Nahawand, Rast, Shikah, Jiharka dan Shoba. Saya sendiri lebih suka dengan irama Jiharka dan Nahawand, adem banget heee. Kata Ustadz Yusuf Maulana, irama Jiharka itu cocok untuk orang Sunda, karena iramanya mendayu-dayu mirip irama lagu sunda heee. Untuk Qori sendiri saya sering mendengarkan Tilwahnya Syekh Mishari Alafasi dan Syekh Hani Arifa’i, Semoga Allah terus menjaga mereka. Teman-teman juga mungkin sudah mempunyai Qori favorit dalam membantu belajar Al-Quran. Ya semoga Allah tetap memberikan keistiqomahan kepada kita dalam perjuangan menjadi sahabat Al-Quran.

Suatu saat saya pernah mendengarkan Syekh yang membaca Al-Quran sampai dia menangis atau mungkin kita pernah mendengarkan orang yang membaca Al-Quran sampai terasa menusuk kedalam hati. Saya terheran-heran kenapa bisa demikian, hati ini terasa tersentuh oleh sesuatu yang menenangkan. Sedangkan saya sendiri tidak mengerti apa arti ayat tersebut apalagi maknanya. Masyaallah, saudaraku memang inilah Al-Quran. Apalaagi ketika dibacakan oleh seorang yang beriman kepada Allah dan penuh keikhlasan didalam hatinya. Dibawah ini saya tampilkan contoh tilawah Al-Quran yang Masyaallah membuat hati tersentuh. Allohuakbar.

http://www.youtube.com/watch?v=w6UNLmCaqpg

Alhamdulillah, sahabatku sampai disini dulu ya saling berbagi ceritanya. Semoga kita tetap ada dalam hidayah Allah Subhanahu Wata’ala. Ditunggu lho ceritanya teman-teman juga di kolom komentarnya :). Maaf apabila ada perkataan atau tulisan yang tidak berkenan dihati.

Yuk, kita tetap Semangat menjadi sahabat Al-Quran

 

 

 


2 Comments

JLeague

January 16, 2014 at 10:35 am

Inspirasi yang baik nih….

asep taufik

January 19, 2014 at 10:55 am

Trimakasih, insiratif sekali dengan menjadi sahabat Al-Qur’an dan meneladani Hadits Rasul.

Leave a Reply