Penerapan Nilai-Nilai Sosial Melaui Pengajaran Sejarah ASEAN Dalam Lingkungan Keluarga Terhadap Anak Untuk Menumbuhkan Rasa Kepedulian Terhadap Komunitas ASEAN

Penerapan Nilai-Nilai Sosial Melaui Pengajaran Sejarah ASEAN Dalam Lingkungan Keluarga Terhadap Anak Untuk Menumbuhkan Rasa Kepedulian Terhadap Komunitas ASEAN

Tags :

Category : Kajian , Opini

Sebagai warga negara ASEAN kita akan hidup saling berdampingan dengan keberagaman kehidupan sosial. Mengingat ASEAN merupakan negeri kepulauan yang kaya akan keanekaragaman suku dan budaya. Perbedaan jangan menjadikan kesulitan bagi kita untuk bersatu dan membangun harkat martabat bangsa. Tetapi dari poin ini kita dapat bersatu saling melengkapi untuk menciptakan bangsa yang tangguh dan bersinergi. Nilai sosial harus menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat dalam kehidupan sosial. nilai-nilai sosial dapat menjadi dasar untuk interaksi diantara masyarakat sebagai sebuah aturan yang berlaku didalamnya. Sehingga timbul masyarakat yang diharapkan memiliki nilai-nilai sosial yang berlaku di ASEAN. Sebelumnya mari kita mengetahui Pengertian nilai sosial menurut beberapa ahli diantaranya:

  1. Kimball young

Nilai soaial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari apa yang dianggap penting dalam masyarakat

  1. A.W. green

Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relative berlangsung disertai emosi beserta objek

  1. Woods

Nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah lakudalam kehidupan sehari-hari

Pemahaman tentang kehidupan sosial harus di berikan sejak dini mungkin  diantaranya dimulai dari kehidupan berkeluarga. karena dari lingkungan keluarga merupakan lingkungan awal bagi manusia untuk mengenal kehidupan sosial. Di dalam keluarga  banyak pelajaran kehidupan bersosial  yang menjadi pelajaran awal bagi kehidupan manusia. Saya akan memberikan contoh pelajaran sosial yang didapat dari keluarganya diantaranya:

  1. kita diajarkan bagaimana menghormati orang yang lebih tua yang dimisalkan anak-anak menghormati kedua orangtuanya sendiri.
  2. Menghargai perbedaan pendapat di kehidupan bersosial.
  3. Saling menyayangi dengan saudara.
  4. Menghormati dan saling tenggang rasa dengan tetangga di sekitar tempat tinggalnya dan lain sebagainya.

 

Nilai-nilai sosial yang diberikan dalam keluarga seperti yang dipaparkan diatas dapat menjadi pembiasaan bagi kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat dipelajari dalam ilmu pengetahuan sosial untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk kalangan keluarga di ASEAN tidaklah mungkin semua keluarga dapat mengajarkan nilai sosial dari cabang ilmu pengetahuan sosial secara keseluruhan. Mengingat tingkat pendidikan keluarga di ASEAN keseluruhan masih terhitung rendah. Kita dapat mengambil salah materi dari keilmuan mengenai pengetahuan sosial yang dapat diajarkan di keluarga diantaranya pelajaran tentang sejarah. Dari pelajaran sejarah keluarga dapat menggambarkan nilai-nilai sosial yang telah dilakukan orang-orang dimasa lalu. Hal ini dapat menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak untuk mengikuti pendahulunya. Seperti yang kita ketahui mempelajari sejarah tidak harus memiliki asal-usul pendidikan secara khusus karena setiap orang pernah mengalami kejadian yang dilalui. Sehingga menceritakan atau mengajarkan sejarah dapat dilakukan oleh setiap orang. Terlebih kita tidak memerlukan teori sejarah yang rumit dan mendalam tetapi hanya  sebatas mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang berlaku di ASEAN yang berlaku sejak masa lalu.

 

Pelajaran Sejarah memiliki arti strategis dalam pembentukan watak dan peradaban bangsa yang bermartabat serta dalam pembentukan manusia ASEAN yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Pembentukan kepribadian nasional  beserta identitas dan jati diri tidak akan terwujud tanpa adanya pengembangan kesadaran sejarah sebagai sumber inspirasi  dan aspirasi. Kepribadian nasional, identitas, dan jati diri berkembang melalui pengalaman kolektif  bangsa, yaitu proses sejarah. Materi sejarah, sesuai dengan Permen Diknas no 22 tahun 2006:

  1. Mengandung nilai-nilai kepahlawanan, keteladanan, kepeloporan, patriotisme, nasionalisme, dan semangat pantang menyerah yang mendasari proses pembentukan watak dan kepribadian peserta didik
  2. Memuat khasanah mengenai peradaban bangsa-bangsa, termasuk peradaban bangsa ASEAN. Materi tersebut merupakan bahan pendidikan yang mendasar bagi proses pembentukan dan penciptaan peradaban bangsa ASEAN di masa depan
  3. Menanamkan kesadaran persatuan dan persaudaraan serta solidaritas untuk menjadi perekat bangsa dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa.
  4. Sarat dengan ajaran moral dan kearifan yang berguna dalam mengatasi krisis multidimensi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Berguna untuk menanamkan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab dalam memelihara keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup. Ada beberapa kegunaan sejarah yang dapat menanamkan nilai-nilai sosial dalam keluarga diantaranya:

 

Selain isi yang bermanfaat seperti yang diuraikan diatas, sejarah memiliki kegunaan atau manfaat untuk menanamkan nilai sosial diantaranya sebagai berikut:

1. Kegunaan Edukatif.

Banyak manusia yang belajar dari sejarah. Belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan. Pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang dialaminya sendiri, melainkan juga dari generasi sebelumnya. Dengan belajar sejarah seseorang akan senantiasa berdialog anatara masa kini dan masa lampau sehingga bisa memperoleh nilai-nilai penting yang berguna bagi kehidupannya. Nilai-nilai itu dapat berupa ide-ide maupun nilai-nilai sosial yang dilakukan sebagai sumber motivasi bagi pemecahan masalah kini dan selanjutnya untuk merealisasikan harapan masa yang akan datang.
2. Kegunaan Inspiratif

Berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada para pembaca dan pendengarnya. Belajar sejarah disamping akan diperoleh ide-ide atau konsep-konsep baru kreatif yang berguna bagi pemecahan masalah masa kini, juga penting untuk memperoleh inspirasi dan semangat bagi mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa, semangat nasionalisme maupun dalam upaya menumbuhkan harga diri bangsa.
3. Kegunaan Rekreatif

Sejarah sebagai kisah dapat memberi suatu hiburan yang segar. Melalui penulisan sejarah yang menarik pembaca dapat terhibur. Membaca menjadi media hiburan yang rekreatif sehingga nilai-nilai sosial dapat tertanam tanpa terasa.

 

Penerapan nilai-nilai sosial dari keluarga merupakan hal yang tepat untuk menciptakan generasi-generasi yang memiliki rasa akan tanggung jawab terhadap harkat dan martabat bangsa. Dimulai dari pembiasaan di lingkungan keuarga sehingga anak dapat memperoleh pengalaman kehidupan sosial untuk diterapkan dimasyarakat sejak dini meskipun dalam sekala kecil. Sejarah sebagai salah satu media pengajaran untuk memberikan nilai-nilai sosial yang berlaku di ASEAN merupakan hal yang tepat untuk dijadikan sebuah pembiasaan dilingkungan keluarga. penyampaiannya tidak rumit dan memiliki nilai universal sehingga dapat dilakukan setiap orang tanpa ada sebuah keahlian khusus. Harapannya setiap anak didalm keluarga akan mendapatkan sebuah pelajaran berharga dari kisah-kisah orang terdahulu yang mempunyai nilai sosial luhur. Sehingga anak akan memiliki sebuah kebanggaan dan tanggung jawab terhadap nilai-nilai sosial yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Dikemudian hari generasi ini akan membangun harkat dan martabat bangsa melaui nilai-nilai sosial yang menjadi ciri khas bangsa ASEAN.

 

Terimakasih atas perhatiannya. Permintaan maaf saya sampaikan apabila terdapat kesalahan. Kritik dan saran saya terima dengan senang hati kerena hal tersebut merupakan komunikasi antara kita bersama untuk melakukan perbaikan di masa yang akan datang.

 

Referensi:

[1]. Supriyanto, Heru. 2012. Manfaat Belajar Sejarah Dalam Penanaman Nilai-Nilai Kebangsaan. [online] Tersedia: http://sinausejarah1996.blogspot.com/2012/03/manfaat-belajar-sejarah-dalam-penanaman.html

[2]. Sujatmoko, Ivan. 2012. Makna Dan Kegunaan Sejarah. [online] Tersedia: http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/03/makna-dan-kegunaan-sejarah.html

[3]. Kholidah, Zakiyah. 2009. Pendidikan Nilai-Nilai Sosial Bagi Anak Dalam Keluarga Muslim. Yogyakarta.


17 Comments

azhar rahman

November 22, 2013 at 11:43 pm

Sejarah memnag merupakan sarana yang inspiratif… karena menurut ku yang namanya sejarah selalu berulang.. siklus sejarah semisal krisis terjadi per beberapa tahun,, dari dengan mengenali sejarah kita siap untuk menghadapi keadaan apapun di depan kita..tq

    suhendar

    January 16, 2014 at 10:24 am

    Setuju Kang Azhar. Salam kenal 🙂

Mega Papua

December 3, 2013 at 11:14 pm

artikelnya bagus,dan sangat informatif

    suhendar

    January 16, 2014 at 10:31 am

    Terimakasih atas kunjungannya 🙂

Beşiktaş evden eve nakliyat

December 5, 2013 at 12:40 am

very nice

    suhendar

    January 16, 2014 at 10:26 am

    Thanks a lot 🙂 greeting for you

kata-kata Cinta

December 9, 2013 at 7:00 am

makasi kk atas infonya. top deh artikelnya. pokonya kata kta cinta

    suhendar

    January 16, 2014 at 10:30 am

    Ia terimakasih juga atas kunjungannya 🙂

Beasiswa

December 23, 2013 at 3:46 pm

Bagus tulisannya, izin share ya, akan saya cantumin link kesini, trims

    suhendar

    January 16, 2014 at 10:32 am

    ia silahkan, semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya 🙂

Obat Hepatitis B

December 28, 2013 at 4:56 pm

terima kasih atas infromasinya. . ,mari kita berjuang bersama untuk mencapai kesuksesan semangat !!! ( G90 )

    suhendar

    January 16, 2014 at 10:33 am

    Ayo semangat muda berkarya. Terimakasih atas kunjungannya 🙂

jaket kulit

January 16, 2014 at 9:24 am

ijin menyimak dan sekaligus menambah wawasan salam kenal

    suhendar

    January 16, 2014 at 10:34 am

    salam kenal juga mas. Terimakasih atas kunjungannya 🙂

Sarıyer evden eve nakliyat

February 6, 2014 at 7:16 pm

Been a nice sharing.

sewa apartement

February 7, 2014 at 2:07 pm

terimakasih telah memposting artikel ini. kebetulan saya mendapat tugas kuliah MK Kewarganegaraan mengenai penerapan nilai-nilai sosial di ASEAN. Artikel ini dapat enjadi referensi tugas saya. Sekali lagi terimakasih banyak telah membagi ilmu anda ini yang pastinya sangat bermanfaat

cinta romantis

February 14, 2014 at 10:49 pm

Sekarang lagi kisruh terus nih negara Asean apalagi Indonesia sama Singapura lagi bersitegang soal nama kapal baru milik Indonesia.

Salam kenal ya 🙂

Leave a Reply